Vaksin Palsu Menjadi Pekerjaan Rumah Bagi BPOM dan POLRI

vaksin palsu

Peredaran vaksin palsu yang akhirnya diketahui dan ditindak lanjuti oleh Polisi dalam hal ini BARESKRIM pada akhirnya membukakan mata setiap orang bahwa ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang tega memalsukan vaksin yang digunakan pada anak-anak yang menjadi penentu masa depan bangsa.

Mendengar berita penangkapan pembuat vaksin palsu di Bekasi, Bapak Joko Widodo selaku presiden Republik Indonesia angkat bicara dan meminta beberapa lembaga terkait untuk membereskan hal ini sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dimasyarakat. Bahkan presiden meminta para pelaku untuk dihukum seberat-beratnya karena perbuatan mereka telah menghilangkan nyawa anak-anak yang tak berdosa dan para netizen mengkategorikannya sebagai sebuah teror jenis baru yang harus segera diantisipasi oleh Kepolisian Indonesia.

Masyarakat yang tengah sibuk membantu pemerintah dalam mengatasi krisis ekonomi yang terjadi tentu saja sangat terkejut karena ada oknum yang tega memanfaatkan situasi tersebut dengan membuat vaksin palsu yang diperjual belikan dengan harga yang lebih murah dan yang sangat mengecewakan adalah beberapa apotik dan rumah sakit ada yang juga menjual vaksi palsu ini yang kemudian disuntik ke anak-anak dan ada beberapa yang meninggal dunia karena akibat dari suntikan vaksin tersebut. Sebenarnya untuk mendeteksi adanya vaksin palsu bukanlah tugas Polisi semata namun BPOM, IDI juga harus membantu pengawasan beberapa vaksin yang beredar agar dikemudian hari tak ada lagi yang nekat membuat vaksin palsu.

Sejauh ini kinerja Polisi untuk terus mengungkap jaringan pembuat dan distributor vaksin palsu memang patut kita acungi jempol juga mereka terus membongkar siapa saja yang membekingi peredaran vaksin palsu ini karena presiden sendiri sudah menegaskan bahwa Polisi sudah saatnya untuk membongkar jaringan ini sampai ke akar-akarnya dan harus transparan sehingga masyarakat tak perlu risau dengan permasalahan yang terjadi yang bisa saja membuat mereka enggan untuk melakukan vaksin terhadap anak-anaknya.

Masyarakat sendiri berharap pada KAPOLRI baru untuk menuntaskan masalah ini sehingga sekali lagi bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kinerja ketiga lembaga yang sudah kami sebutkan diatas tetap tinggi seperti sebelumnya.