‘Ribuan orang’ di Bandung tuntut pembubaran FPI

Demonstrasi di depan Gedung Sate, Kota Bandung, diikuti simpatisan ormas GMBI, Laskar Garuda, Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat), dan beberapa orang yang mengakui santri dari Cirebon, Jawa Barat.

Demo bubarkan fpi

Pada BBC Indonesia, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, menyampaikan, ” Jumlah massa sekitaran nyaris 3. 000 orang. ”

Saat di tanya dari tempat mana angka itu, dia menjawab, ” Kita memprediksinya lantaran umum ada demonstrasi di situ. Dari titik kumpulnya, situ kita prediksikan. Nyaris setiap hari orang demonstrasi disana. ”

Raden Sigit Permadi Purbaningrat, Sekjen Komunitas Santri Lokasi III Jawa Barat, mengakui membawa 300 orang yang mewakili paguyuban padepokan di Cirebon.

” Kami cuma menginginkan oknum-oknum dari FPI dapat ditindak tegas agar tak ada kekisruhan serta kekeliruan yang dimana antar sesama muslim diadu domba. FPI memanglah muslim namun tak muslim keseluruhnya. Kami tunjukkan kalau kami yaitu muslim yang cinta dengan kedamaian, ” katanya.

Seperti dilaporkan wartawan di Bandung, Julia Alazka, beberapa peserta tindakan mengusung beberapa spanduk yang bertuliskan, diantaranya ‘Bubarkan FPI Segera’, ‘Dukung Kapolda Jawa barat Dalam Penegakan Sistem Hukum Rizieq Shihab’, dan ‘Santri Cirebon Dukung Bubarkan Penista Budaya & Pemecah Pancasila’.

Dalam tindakan itu, ada satu panggung yang di isi orasi beragam sosok, termasuk juga Sukmawati Sukarnoputri serta Toto Suryawan, dua anak presiden pertama Sukarno yang berbeda ibu.

Dalam orasinya, Sukmawati ” mengajak warga Jawa Barat dengan cara spesial serta warga Indonesia biasanya untuk melindungi Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. ”

Mengenai Toto Suryawan mengakui ” bakal maju pantang mundur ” jika ” Pancasila dinistakan “.

Ada juga dalam demonstrasi itu, Ketua Dewan Karatuan Majelis Kebiasaan Sunda, Ari Mulila Subagja. Dia adalah satu diantara saksi pelapor dalam masalah sangkaan penghinaan budaya Sunda oleh Rizieq Shihab. Masalah itu berawal saat Rizieq ganti salam sampurasun dengan ” campur toksin ” waktu ceramah di Purwakarta, Jawa Barat.

” Kami menampik kehadiran FPI dari Tanah Pasundan. Agar aparat mengolah hukum Rizieq Shihab, ” kata Ari.

Selesai tindakan, beberapa perwakilan ormas menyerahkan petisi tuntutan pembubaran FPI pada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Dalam peluang itu, Ahmad Heryawan menyampaikan : ” Kita menghormati lain pendapat, kita menghormati kebhinekaan sebagai sisi dari fitrah kemanusiaan, fitrah kehidupan bahkan juga, serta lalu yang kita tak kehendaki yaitu saat ada kekerasan, ada anarkisme, kita tolak semua bentuk anarkisme. Kita terima kebhinekaan sebagai kefitrahan serta kita sama-sama hormat-menghormati. ”

Pas satu minggu terlebih dulu, pada Kamis (12/01), benturan berlangsung pada massa GMBI serta FPI sesudah Rizieq Shihab melakukan kontrol di Mapolda Jawa Barat.

Benturan itu lalu disikapi FPI dengan mengadakan unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta, Senin (16/01), menuntut supaya Mabes Polri mencopot Kapolda Jawa Barat, Irjen Anton Charliyan, dari jabatannya.

Dalam orasinya, Rizieq berasumsi Kapolda Jawa barat sudah membiarkan benturan pada pihaknya GMBI.

Pada media, Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengaku dianya yaitu pembina ormas Gerakan Orang-orang Bawah Indonesia (GMBI) serta sebagian organisasi orang-orang yang lain.

Walau sekian, Kepala Biro penerangan orang-orang (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto menyampaikan, pihaknya tak mempersoalkan jika ada anggota Polri yang memimpin dalam ormas.