Product Organik Itu Tidak Mesti Mahal

pameran-produk-organikBeberapa orang berasumsi bahan makanan organik atau product organik lebih mahal di banding non-organik. Asumsi itu ditepis oleh Ketua Komune Organik Indonesia (KOI) Christopher Emille Jayanata.

Emil menyampaikan, bila beli bahan organik di supermarket, harga nya memanglah jadi lebih mahal. Mahalnya bahan organik di pasar swalayan atau supermarket, satu diantaranya juga lantaran asumsi orang-orang itu.

” Konsumennya kan terasa bila organik harusnya mahal. Masak organik murah? Lantas, dari tokonya juga memikirkan demikian, bila organik mesti mahal, kelak orang tidak yakin. Itu yang berlangsung di supermarket, ” kata Emil waktu didapati dalam acara Organic Green and Healthy Expo of Indonesia di Bentara Budaya Jakarta, Sabtu (15/10/2016).

Emil menyampaikan, harga product organik dapat tambah lebih murah saat produsen dapat berjumpa segera dengan customer. Seperti yang berlangsung di Organic Green and Healthy Expo of Indonesia yang diselenggarakan setahun sekali.

Bahkan juga menurut Emil, bahan organik semestinya dapat lebih murah di banding non-organik bila diliat dari segi produksi.

Emil menerangkan, biaya produksi beras organik dapat lebih rendah, lantaran tak gunakan pestisida, tak gunakan obat-obatan, serta tanpa ada pupuk kimia. Mereka memakai pupuk kompos atau pupuk kandang.

Diluar itu, produksi juga bertambah. Umpamanya, dalam produksi beras organik. Emil menjelaskan, saat padi ditanam lewat cara konvensional, memakai obat-obatan, atau bahan kimia yang lain, dapat membuahkan gabah kering sekitaran 4-5 ton per hektar.

Tetapi, bila ditanam dengan cara organik dengan sistem Sistem Rice Intensification (SRI), dapat membuahkan minimum 8 ton gabah per hektar.

” Mungkin saja dimuka produksi turun dahulu lantaran ada pergantian, namun lalu produksi bakal bertambah selalu dengan menanam dengan cara organik. Pikirkan, biaya produksi lebih rendah, produksi bertambah 2 x lipat, ” pungkas Emil.

Emil memberikan, pada intinya sistem dengan cara organik hindari 4P serta 1G, yakni tanpa ada penyedap rasa, pengawet, pewarna, pemanis buatan, serta rekayasa genetik.

Dengan mengaplikasikan pola makan sehat, kita dapat menghindar badan lebih gampang terkena penyakit. Pastinya, mesti disertai dengan kesibukan fisik, istirahat yang cukup, serta jauhi stres.