Maluku Di Gegerkan Dengan Bangkai Hewan 23 Meter di Pantai

Laut merupakan tempat hewan air hidup dan bereproduksi, 2/3 bumi sendiri adalah lautan, jadi bisa di bayangkan betapa luas laut ini, dan Indonesia termasuk salah satu negara yang mempunyai lautan yang kaya, sehingga kata grup band musik koes plus cukup kail dan jala bisa menghidupi kita, banyak hal yang misterius yang ada di laut karena kita tidak mampu menjelajah keseluruhan isi laut, banyak sekali hewan besar dan kecil dengan bentuk yang beragam ada di laut. Belum lama ini juga di daerah maluku gempar dengan bangkai raksaksa yang mencapai 23 meter yang ada di tepi pantai, banyak orang berbondong-bondong yang ingin mencari tahu atau hanya sekedar melihat saja tentang besarnya hewan tersebut.

Banyak orang yang bertanya-tanya hewan apakah tersebut, sebelumnya ada yang mengira bahwa bangkai tersebut merupakan bangkai cumi-cumi raksaksa, namun terakhir pihak LIPI pun memberikan jawaban atas pertanyaan yang selama ini beredar pada masyarakat tersebut.

bangkai paus

Bangkai hewan laut ini memiliki panjang 23 meter dengan lebar tubuh 6,5 meter, selain itu terdapat sirip dada dengan panjang dan sirip ekor 1,74 meter dengan lebar 3,33 meter, Selain itu panjang tulang rahang bawah yang tampak 5,30 meter, dan panjang rahang atas 3,73 meter.

Dari semua data yang di himpun maka akhirnya dapat di pastikan bahwa hewan tersebut merupakan paus yang telah mati, hal ini seperti kata kepala pusat penelitian laut dalam LIPI  Augy “Atas dasar ciri tersebut dapat dipastikan bahwa hewan laut yang terdampar adalah seekor paus yang merupakan mamalia laut, sehingga informasi yang menyatakan bahwa hewan tersebut cumi raksasa adalah tidak benar,”

Namun untuk jenis paus tersebut memang sulit untuk di tentukan, hal ini karena melihat kondisi bangkai paus ini yang sudah rusak, sehingga kalau ingin mengetahui jenis apa harus menggunakan tes DNA, hal ini seperti imbuh augy “Selanjutnya penentuan jenis paus menunggu hasil uji DNA dari sampel yang telah diambil,”

Rencananya bangkai hewan ini akan di kubur atau di tenggelamkan di laut namun di luar tubir pantai sehingga tidak mengganggu ekosistem laut.