Kebaya Klasik Hingga Sporty Dipamerkan di Festival Kebaya Banyuwangi

ratusan desain Baju Kebaya Modern karya desainer lokal banyuwangi kembali ditampilkan di hari kedua ajang festival kebaya banyuwangi 2017. rentetan busana wilayah yang telah menjadi pakaian bukti diri nasional itu ditampilkan apik di gor tawangalun banyuwangi. untuk pertamakalinya, gor itu diperuntukan arena mode untuk mengangkut kebaya sebagai penggalan dari produk kreatif wilayah tidak hanya batik.

Kebaya Klasik Hingga Sporty Dipamerkan di Festival Kebaya Banyuwangi

bupati banyuwangi abdullah azwar anas berkata festival kebaya banyuwangi ini diselenggarakan untuk mengangkut kreativitas warga lokal. menurutnya, ada revitalisasi dalam pengembangan desain kebaya yang timbul dalam gelaran ini sampai – sampai kebaya yang telah mendunia timbul lebih sporty dan fashionable.

” butuh revitalisasi desain dalam kebaya dan malam ini timbul desain – desain baru dari perancang lokal dan nasional yang desainnya lebih sporty dan fashionable, ” kata anas usai menghadiri festival kebaya banyuwangi di gor tawangalun, sabtu (22/4/2017).

walaupun desain kebaya malam ini timbul begitu variatif, banyuwangi belum dapat mengangkut karakteristik khas keunikan kebaya banyuwangi. untuk itu anas mengharapkan desainer – desaoner lokal dapat memadupadankan karakteristik khas lokal seperti gajah oling sebagai diferensiasi pada kebaya using.

pantauan detikcom, pada gelaran itu seratusan desain kebaya ditampilkan. mulai yang bermotif sporty, ready to wear sampai gaun acara. ada pula modelnya yang glamor, kasual, klasik, sampai kontemporer. di sini, kebaya menjelma menjadi satu di antara media pengembangan kreativitas warga tak hanya sebuah pakaian bukti diri budaya saja.

chairman indonesia mode chamber (ifc) ali charisma juga menguak bila gelaran mode ini tak cuma sekadar sebuah pagelaran mode biasa. karna dalam kegiatan tersebut, ali mau menyatukan seluruh desain kebaya yang sudah ada di indonesia untuk tampak berbarengan di atas panggung festival kebaya banyuwangi tersebut.

” kita memang tidak dapat menyatakan kebaya seperti halnya batik yang memiliki motif berbeda di tiap wilayah. seluruh indonesia punya budaya menggunakan kebaya. malah dari panggung inilah, kita ikut serta berbarengan untuk memperkenalkan busana kebaya sebagai bukti diri nasional, ” ucap ali.

desain kebaya yang telah diakui oleh dunia, sambung ali, saat ini mulai banyak diadopsi oleh desainer asal lebanon dalam tiap rancangannya. ini meyakinkan kalau kebaya nusantara menggambarkan busana adiluhung yang memiliki desain umum.

” memakai kebaya tidak melulu wajib elok dan resmi, namun juga dapat dirancang sebagai busana ready to wear yang mudah dipakai dalam tiap peluang, ” paparnya.

festival kebaya ini diselenggarakan sepanjang 2 hari 21 sampai 22 april yang mengaitkan 100 desainer kebaya. antara lain ferry sunarto, priscilla saputro, lenny agustin, deden siswanto, afif syakur, dwi iskandar, devy rose, inge chu, phangsanny, dedy delmora, dan aura gadis.