Hotel Majapahit Surabaya, Hotel Berumur 1 Abad 

Setiap berkunjung ke Surabaya, aku selalu tertarik sama sejarah kota yang dijuluki kota pahlawan ini. Aku sering membayangkan bagaimana ya rasanya hidup di jaman penjajahan? Makanya, kalau ada kesempatan berkunjung ke Surabaya aku selalu main ke museum-museum yang ada di Surabaya. Ada kepuasan tersendiri ketika bisa menghayati jejak-jejak perjuangan mereka.

Setidaknya beberapa museum berikut ini recommended untuk kamu kunjungi saat di berada di Surabaya. Selain berwisata, tapi juga dapat menambah wawasan. Berikut nama museum-museumnya :

  1. Monumen Tugu Pahlawan dan Museum 10 November

Tugu pahlawan merupakan salah satu ikon kota Surabaya, jadi kalau kamu berkunjung ke Surabaya tapi tidak berkunjung ke tempat ini akan terasa kurang lengkap. Tugu pahlawan berada di Jalan Pahlawan. Selain Tugu Pahlawan, di area ini juga terdapat museum 10 November. Museum ini merupakan symbol sebuah kebanggaan atas kemenangan dan perjuangan arek-arek suroboyo dalam megnusir penjajah pada tanggal 10 November 1945.

Menyaksikan jejak-jejak sejarah di museum ini membuatku selalu rindu akan kota ini. Ketika dulu hanya bisa mempelajari dari buku sejarah di tingkat Sekolah Dasar (SD), kini ketika menginjakkan kaki ke kota ini bisa lebih merasakan bagaiman perjuangan pahlawan-pahlawan bangsa ini.

Museum ini dibuka untuk umum baru pada tahun 2000 lalu.  Untuk tiket masuknya tidak lebih dari Rp10.000 dan museum ini buka setiap hari.

Sumber Gambar: Wikipedia

  1. Museum Surabaya

Museum ini merupakan museum yang baru dibuka dan diresmikan oleh Ibu Walikota Surabaya, Ibu Risma pada tahun 2015 lalu. Untuk masuk ke museum ini tidak dikenakan biaya sedikitpun alias gratis. Di museum ini kamu bisa melihat barang-barang kuni seperti lukisan, meja, sampai pencabut gigi. Namun sangat disayangkan koleksi barang bersejarahnya masih sedikit. Tapi lumayan bisa menambah perbendaharaan pengetahuan kita kok!.

  1. Museum WR Soepratman

Bapak pencipta lagu Indonesia Raya ini memiliki jasa bagi bangsa Indonesia. Beliau juga meninggal di Kota Pahlawan Surabaya pada tanggal 17 Agustus 1938. Oleh sebab itu di Surabaya terdapat museum khusus untuk beliau. Di dalamnya terdapat barang-barang peninggalan beliau seperti biola dan beberapa catatan dari lagu Indonesia Raya.  Museum ini terletak di Jalan Mangga di daerah Tambaksari, Surabaya

Setidaknya itulah 3 museum di Surabaya yang pernah aku kunjungi, tapi sebenarnya masih banyak museum atau monument lainnya di Surabaya, semoga dapat mengunjunginya. Dan beberapa waktu lalu aku diajak menginap di salah satu hotel di Surabaya yang kata temanku punya nilai sejarah yang kuat. Tanpa berpikir panjang aku menerima ajakannya untuk kembali berkunjung ke kota pahlawan dan menginap di hotel yang disebutkannya.

Hotel Majapahit namanya. Menurut penuturan temanku yang memang memiliki darah Surabaya, hotel ini sudah berumur 1 Abad lebih, wow! Hotel ini pertama kali dibangun pada tahun 1910, dan saat itu masih bernama Oranje Hotel. Pada tahun 1945 hotel ini berubah nama menjadi Hotel Merdeka, keran hotel ini menjadi saksi bisu dalam perjuangan arek-arek suroboyo merobek bendera Belanda menjadi bendera Indonesia. Barulah pada tahun 1969 hotel ini berubah nama menjadi Hotel Majapahit sampai sekrarang. Aku langsung membayangkan bagaimana ya rasanya menginap di hotel yang telah berumur satu abad lebih, kayanya seru dan kayanya jadi pengalaman yang historis.

Singkat cerita akhrinya aku mendarat di Bandara Juanda dan telah ditunggu oleh temanku. Jarak Hotel Majapahit dari Bandara Juanda lumayan dekat, sekitar 30 menit dengan berkendara. Lokasinya berada di Jalan Tunjangan.  Diperjalanan temanku bercerita sedikit tentang hotel yang akan aku kunjungi. Di hotel tersebut ada salah satu kamar tepatnya kamar nomor 33 yang dulu dijadikan markas dari sekutu. Tiang bendera yang menjadi saksi arek-arek suroboyo merobek bendera Belanda juga masih ada.

Setelah kurang lebih 30 menit di perjalanan akhirnya kami sampai di Hotel Majapahit. Hotel ini terlihat masih menyimpan nilai sejarah yang kuat. Hal ini terlihat dari bentuk bangunannya yang bergaya ala kolonial Belanda gitu. Barang-barang yang ada di loby hotelnya juga barang-barang antik seperti meja dan kursi yang terbuat dari kayu. Juga ada beberapa prasasti di dinding yang menceritakan moment-moment bersejarah.

Salah satu yang unik dari hotel ini adalah mayoritas meubel dan dan beberapa propertinya terbuat dari kayu, termasuk tangga. Saat menuju kamar  yang telah dipesan temanku aku menaiki tangga dan biasanya di tangga itu hiasanya pot, di hotel ini terdapat bangku dan meja yang unik dilengkapi dengan cermin, jadi ketika naik tangga bisa sekalian ngaca, hehehe.

Dan akhrinya aku bisa mengisitrahatkan di hotel berumur satu abad ini. Kamarnya juga didominasi dengan design ala kolonial Belanda. Tapi sayang ruangan kamarnya tidak terlalu besar. Di hotel ini bayak spot menarik untuk foto-foto salah satunya di lorong-lorong menuju kamar ini, ditambah dengan lantai seperti marmer dan bermotif.

Selain lorong-lorong , angle foto dengan tiang bendera bersejarah juga salah satu yang aku sukai. Selain itu air mancur yang terdapat di pekarang ini juga cukup indah untuk diabadikan dengan foto. Meskipun hotel ini sudah berumur satu abad tapi bangunannya masih cukup terawat dengan baik. Sehingga kesan mewah dan menyejarah hotel ini masih terjaga.

Surabaya memang menjadi kota yang penuh sejarah, bukan hanya tempat wisata dan museumnya, bahkan sampai hotelpun punya nilai sejarah.