=4 Surga Wisata Belanja di Yogyakarta

belanjaBanyak orang yang menganggap Yogyakarta sebagai tempat untuk pulang, bagi mereka yang pernah menjadikan kota ini sebagai tempat perantauan. Tapi tak hanya rumah, Jogja jugalah surga tempat wisata. Ada seabreg tujuan tersembunyi yang bisa kamu sambangi di daerah yang berada di bagian tengah-selatan Pulau Jawa ini. Dari gua tubing di Kalisuci sampai terjun mencebur dinginnya udara di Curug Indah, liburan di Jogja memang ikut kesan tak tergantikan.

Jogja juga bisa memuaskan keinginan kamu yang satu ini: belanja! Ya, kamu tak harus menjejakkan ke mal-mal mahal di kota-kota besar untuk menemukan pengalaman belanja yang berharga. Jogja menawarkan segalanya, dari kerajinan kulit berkualitas tinggi hingga pakaian jadi dengan jahitan rapi yang bisa kamu dapatkan di bawah Rp. 100.000.

Mana aja sih yang menjadi surga wisata belanja di Kota Gudeg? Simak sama-sama yuk!

1. Surga belanja pertama sudah pasti Malioboro, tempat para pedagang menjajakan barang sepanjang jalan yang meter meter panjangnya.

Siapa yang gak kenal Malioboro? Ruas jalan yang menjadi ikon Yogyakarta ini bakal jadi tempat pertama yang kamu singgahi ketika sampai di Kota Gudeg ini. Di sinilah jantung kota Jogja berdenyut, di mana masyarakat Jogja berbaur dengan wisatawan.

Dari Stasiun Tugu sampai seberang Pasar Beringharjo, sepanjang jalan ini dipenuhi oleh jejeran toko, pusat kota, sampai pedagang yang berjualan di emperan. Barang yang dijajakan pun sangat beragam, mulai dari batik, kaos, aksesoris, sampai tukang tato temporer. Yang jelas, menyusuri emperan toko di Malioboro untuk mencari oleh-oleh atau tentu saja cuci mata bakal menjadi pengalaman yang menyenangkan buatmu.

2. Jangan lupa sambangi ujung selatan Malioboro. Kamu akan menemukan Pasar Beringharjo, tempat kamu bisa membeli batik atau kemeja dengan harga Rp. 60.000 saja.

Puas menyusuri emperan Malioboro, belok aja ke Pasar Beringharjo yang masih berada di kawasan yang sama. Pasar tradisional ini usianya hampir sama dengan Kraton Yogyakarta yang berdiri sejak 1758. Selama berabad-abad, kawasan ini mejadi pusat ekonomi kota Jogja sampai menjadi pasar yang kamu kenal sekarang ini.

Di pasar ini, kayaknya hampir semuanya ada deh. Mulai dari aneka macam kain dan busana batik, jajanan pasar, bahan makanan, jamu-jamuan, gadget, sampai barang antik dan pakaian dalam. Apalagi, semua ini masih bisa kamu tawar dengan harga lebih rendah, lho. Bahkan kamu bisa mendapatkan kemeja rapi dengan harga Rp. 60.000 saja!

3. Punya usaha membeli motor onderdil, pakaian bekas, hingga berbagai barang antik? Mampir dulu ke pasar “maling”!

Ada yang bilang Pasar Klithikan itu pasar “maling”. Konon, kalau barangmu hilang di seputaran kota Jogja, kamu bisa ditemukan di pasar ini. Tapi, anggapan itu gak benar, pedagang di sini bukan penadah, kok. Jadi, janganlah kamu cinta kamu yang lenyap bakal ketemu di sini. Hehehe.

Pasar Klithikan yang berada di Pakuncen, Wirobrajan, ini adalah hasil relokasi. Dulunya, pasar ini adalah pasar tumpah yang buka setiap malam di Jalan Mangkubumi. Di pasar ini, kamu bisa menemukan beragam barang barang dan baru, seperti onderdil dan aksesoris kendaraan bermotor, barang antik antik jadul, pakaian, serta ponsel baru dan bekas, mulai dari yang sudah terbaru sampai yang lawas. Kalau kamu penggemar motor tua, pasti suka hunting onderdil antik di sini.

4. Gak perlu pusing mencari barang fashion berbahan kulit. Ada Manding, pusat kerajinan kulit di daerah selatan Yogyakarta.

Kamu suka hunting fashion barang berbahan kulit? Datang aja ke desa wisata kerajinan kulit Manding yang terletak di Jalan Parangtritis KM 11, Bantul. Di sini, kamu bisa menemukan berbagai produk fashion yang terbuat dari kulit, seperti tas, sepatu, dompet, jaket, ikat pinggang, sampai pernak-pernik seperti gantungan kunci dan pigura. Harganya sendiri dibanderol antara Rp. 70.000 sampai Rp. 1.000.000.

Harga produk-produk kulit ini gak semahal di mal. Apalagi, kamu masih bisa ngenyang alias menawar harganya. Gak heran kalau tempat ini menjadi tujuan pemburu produk kulit, karena lebih murah, mutunya juga gak kalah sama yang bermerk. Selain wisata belanja, kamu juga bisa mengintip proses pengolahan dan pembuatan produk berbahan kulit yang dilakukan oleh pengrajin.